Kotbah Hari Kenaikan Yesus: Makna dan Pemahaman
Pengertian Kenaikan Yesus
Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa penting dalam teologi Kristen yang menandai akhir dari masa pelayanan Yesus di dunia dan awal dari pemerintahan-Nya di surga. Peristiwa ini dicatat dalam beberapa bagian Alkitab, termasuk Lukas 24:50-51 dan Kisah Para Rasul 1:9-11 [1].
Makna Kenaikan Yesus
Kenaikan Yesus memiliki beberapa makna penting. Pertama, kenaikan Yesus menandai penggenapan nubuat Alkitab tentang kenaikan-Nya ke surga. Dalam Mazmur 24:7 dan 68:18, kita membaca tentang kenaikan Tuhan ke tempat kedudukan-Nya yang mulia [1]. Yesus sendiri juga menubuatkan kenaikan-Nya ke surga dalam Yohanes 6:62 dan 14:28.
Kedua, kenaikan Yesus menandai pengangkatan-Nya sebagai Kepala Gereja dan Tuhan atas segala sesuatu. Dalam Efesus 1:20-21, kita membaca bahwa Allah telah "menghidupkan Dia bersama dengan Kristus, dan menempatkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan, kekuasaan, kekuatan, dan kerajaan, dan dari segala nama yang disebut, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang" [3].
Ketiga, kenaikan Yesus memungkinkan Dia untuk mengirimkan Roh Kudus kepada para pengikut-Nya. Dalam Yohanes 16:7, Yesus mengatakan bahwa jika Dia tidak pergi, Roh Kudus tidak akan datang. Namun, setelah kenaikan-Nya, Yesus mengirimkan Roh Kudus pada hari Pentakosta untuk memberdayakan para pengikut-Nya [1].
Pemahaman Kenaikan Yesus dalam Tradisi Kristen
Pemahaman kenaikan Yesus telah berkembang sepanjang sejarah gereja. Dalam tradisi Reformed, kenaikan Yesus dipahami sebagai bagian dari pekerjaan penebusan-Nya. John Calvin, dalam Institutes of the Christian Religion, menekankan bahwa kenaikan Yesus menandai penggenapan janji Allah dan merupakan langkah penting dalam pekerjaan penebusan [2].
Dalam tradisi Presbyterian, kenaikan Yesus dipahami sebagai pengangkatan-Nya sebagai Tuhan atas segala sesuatu. Charles Hodge, dalam Systematic Theology, menekankan bahwa kenaikan Yesus menandai pengangkatan-Nya sebagai Kepala Gereja dan Tuhan atas segala sesuatu [4].
Kesimpulan
Kenaikan Yesus Kristus adalah peristiwa penting dalam teologi Kristen yang menandai akhir dari masa pelayanan Yesus di dunia dan awal dari pemerintahan-Nya di surga. Peristiwa ini memiliki beberapa makna penting, termasuk penggenapan nubuat Alkitab, pengangkatan-Nya sebagai Kepala Gereja dan Tuhan atas segala sesuatu, dan pengiriman Roh Kudus kepada para pengikut-Nya. Pemahaman kenaikan Yesus telah berkembang sepanjang sejarah gereja, dengan tradisi Reformed dan Presbyterian menekankan aspek-aspek yang berbeda dari peristiwa ini [2, 4].
Sources
- Torrey's Topical Textbook “Torrey's Topical Textbook: Ascension of Christ, The — Prophecies respecting -- Ps 24:7; 68:18; Eph 4:7,8. Foretold by himself -- Joh 6:62; 7:33; 14:28; 16:5; 20:17. Forty days after his resurrection -- Ac 1:3. Described -- Ac 1:9. From Mount Olivet -- Lu 24:50; Mr 11:1; Ac 1:12. While blessing his disciples -- Lu 24:50. When he had atoned for sin -- Heb 9:12; 10:12. Was triumphant -- Ps 68:18. Was to supreme power and dignity -- Lu 24:26; Eph 1:20,21; 1Pe 3:22. As the forerunner of his people -- Heb 6:20. To intercede -- Ro 8:34; Heb 9:24. To send the Holy Spirit -- Joh 16:7; Ac 2:33. To recei”
- CCEL (Reformed) “John Calvin, Institutes of the Christian Religion, section 45: light through the Gospel,” ( 2 Tim. 1:10 ). Paul does not mean by these words that the Fathers were plunged in the darkness of death before the Son of God became incarnate; but he claims for the Gospel the honourable distinction of being a new and extraordinary kind of embassy, by which God fulfilled what he had promised, these promises being realised in the person of the Son. For though believers have at all times experienced the truth of Paul’s declaration, that “all the promises of God in him are yea and amen,” inasmuch as these”
- Luke (Protestant academic) “Tyndale House on Luke 24:51: 24:51 Cp. 2 Kgs 2:11. Jesus’ ascension was his exaltation to a position of authority over all creation (see Acts 2:32-36; 5:31; Eph 1:19-23; Phil 2:9-11; Heb 1:13).”
- CCEL (Reformed (Old Princeton)) “Charles Hodge, Systematic Theology, Vol. 2, section 134: § 3. Sitting at the Right Hand of God. This is the next step in the exaltation of our Lord. He rose from the dead, ascended into heaven, and sat down at the right hand of God; that is, was associated with Him in glory and dominion. The subject of this exaltation was the Theanthropos, not the Logos specially or distinctively; not the human nature exclusively; but the theanthropic person. When a man is exalted it is not the soul in distinction from the body; nor the body in distinction from the soul, but the whole person. The ground of Chr”